Senin, 30 Mei 2016

Kesulitan Belajar

Sebagai mahasiswa FKIP saya beberapa kali menemukan kasus tentang siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar baik itu belajar di sekolah maupun di rumah. Maka, kali ini saya ingin membahas sedikit tentang kesulitan belajar..


    

Kesulitan belajar merupakan terjemahan istilah bahasa Inggris Learning Disability. Terjemahan tersebut, sesungguhnya kurang tepat karena learning artinya belajar dan disability artinya ketidakmampuan; sehingga terjemahan yang benar seharusnya adalah ketidakmampuan belajar.

Menurut Ahmadi dan Supriyono (2003:77), kesulitan belajar adalah Suatu keadaan dimana anak didik atau siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, hal ini tidak selalu disebabkan oleh faktor intelegensi, akan tetapi dapat juga disebabkan oleh faktor non intelegensi.

Sedangkan menurut Djamarah (2003:201), bahwa kesulitan belajar merupakan kondisi dimana anak didik tidak dapat belajar dengan baik, disebabkan adanya ancaman dan gangguan dalam proses belajar yang berasal dari faktor internal siswa maupun dari faktor eksternal siswa.


Jadi dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dimana anak didik tidak dapat belajar dengan baik, disebabkan karena adanya gangguan, baik berasal dari faktor internal siswa di batasi faktor intelegensi maupun faktor eksternal siswa

Kesulitan belajar merupakan hal yang lumrah dialami oleh peserta didik. Sering ditemukan adanya siswa mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran di sekolah. Menghadapi hambatan dalam mencerna dan menyerap informasi belajar yang diberikan guru.

Kesulitan belajar merupakan suatu konsep multidisipliner yang digunakan di lapangan ilmu pendidikan, psikologi, maupun ilmu kedokteran. Pada tahun 1963 Samuel A. Kirk untuk pertama kali menyarankan penyatuan nama-nama gangguan anak seperti disfungsi otak minimal (minimal brain dysfunction), gangguan neurologis (neurological disorders), disleksia (dyslexia) dan afasia perkembangan (developmental aphasia). Konsep tersebut telah diadopsi secara luas dan pendekatan edukatif terhadap kesulitan belajar telah berkembang secara cepat, terutama di negara-negara yang sudah maju.

Kondisi ini akan berdampak kurang bagus terhadap kemajuan belajar anak. Oleh sebab itu perlu diupayakan pemecahan masalahnya. Baik oleh guru di sekolah maupun orang tua di rumah. Ini sebagai salah satu wujud kepedulian dan kerja sama dalam dunia pendidikan anak.

Kesulitan belajar mempunyai pengertian yang luas dan kedalamannya termasuk pengertian-pengertian seperti:
1.      Learning Disorder (ketergantungan belajar)
Keadaan dimana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan. Sehingga hasil belajar yang dicapai akan lebih rendah dari potensi yang dimiliki.
2.      Learning Disabilities (ketidakmampuan belajar)
Ketidakmampuan seorang murid yang mengacu kepada gejala dimana murid tidak mampu belajar (menghindari belajar), sehingga hasil belajarnya dibawah potensi intelektualnya.
3.      Learning Disfunction (ketidakfungsian belajar)
Menunjukkan gejala dimana proses belajar tidak berfungsi dengan baik meskipun pada dasarnya tidak ada tanda-tanda subnormalitas mental, gangguan alat indera atau gangguan-gangguan psikologis lainnya.
4.      Under Arhiever (pencapaian rendah)
Mengacu kepada murid murid yang memiliki tingkat potensi intelektual diatas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah.
5.      Slow Learner (lambat belajar)

Murid yang lambat dalam proses belajarnya sehingga membutuhkan waktu dibandingkan dengan murid-murid yang lain yang memiliki taraf potensial intelektual yang sama.

Banyak sekali penyebab siswa mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran di sekolah. Namun dapat dikelompokkan menjadi dua faktor penyebab, yaitu faktor internal dan eksternal.

    1. Faktor internal     : Faktor internal adalah penyebab kesulitan belajar yang berasal dari individu siswa sendiri. Beberapa hal yang menyebabkan kesulitan belajar antara lain: gangguan pada kesehatan, kelainan pada pendengaran dan penglihatan, rendahnya konsentrasi belajar, dan lain sebagainya.
    2. Faktor eksternal    : Faktor eksternal yaitu penyebab kesulitan belajar yang berasal dari luar diri siswa seperti; kondisi belajar yang tidak kondusif, beratnya beban belajar, dan lain sebagainya.


Cara mengatasi kesulitan belajar

Berdasarkan gejala yang teramati dan faktor penyebab kesulitan belajar, maka upaya dilakukan guru antara lain:

  1. Tempat duduk siswa : Anak yang mengalami kesulitan pendengaran dan penglihatan hendaknya mengambil posisi tempat duduk bagian depan. Mereka akan dapat melihat tulisan di papan tulis lebih jelas. Begitu pula dalam mendengar semua informasi belajar yang diucapkan oleh guru.
  2. Gangguan kesehatan : Anak yang mengalami gangguan kesehatan sebaiknya diistirahatkan di rumah dengan tetap memberinya bahan pelajaran dan dibimbing oleh orang tua dan keluarga lainnya.
  3. Program remedial : Siswa yang gagal mencapai tujuan pembelajaran akibat gangguan internal, perlu ditolong dengan melaksanakan program remedial. Teknik program remedial dapat dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya adalah mengulang kembali bahan pelajaran yang belum dikuasai, memberikan tugas-tugas tertentu kepada siswa, dan lain sebagainya.
  4. Bantuan media dan alat peraga : Penggunaan alat peraga pelajaran dan media belajar kiranya cukup membantu siswa yang mengalami kesulitan menerima materi pelajaran. Boleh jadi kesulitan belajar itu timbul karena materi pelajaran bersifat abstrak sehingga sulit dipahami siswa.
  5. Suasana belajar menyenangkan : Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah menciptakan suasana belajar kondusif. Suasana belajar yang nyaman dan menggembirakan akan membantu siswa yang mengalami hambatan dalam menerima materi pelajaran.
  6. Motivasi orang tua di rumah : Anak yang mengalami kesulitan belajar perlu mendapat perhatian orang tua dan anggota keluarganya. Peran orang tua sangat penting untuk memberikan motivasi ekstrinsik dan intrinsik agar anak mampu memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Selain itu juga orang tua perlu memperhatikan kesehatan tubuh anak dengan memberikan makanan dan miniman yang bergizi disertai dengan suplemen pembangun tubuh yang cukup. 



Selasa, 17 Mei 2016

Kampus UNISRI

Sebentar lagi pergantian tahun ajaran, kalian kelas 12 yang lulus tahun ini akan mulai melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Bagi yang ingin melanjutkan kuliah tapi bingung mau dimana, coba cek ulasan saya tentang kampus saya ini. Barangkali kalian tertarik untuk bergabung bersama kami di kampus Entrepreneur ini.

Saya saat ini sedang menempuh perkuliahan di Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Bertempat di Jalan Sumpah Pemuda No.18, Kadipiro, Surakarta, Jawa Tengah (0271) 853839
Mungkin kalian lebih familiar dengan TPU Bonoloyo dan Palang Joglo, kalau dari Palang Joglo Unisri berada di sebelah timur, kalo dari Bonoloyo sebelah barat dayanya. 

Kampus Unisri memiliki 6 Fakultas dan Program Pascasarjana, antara lain: Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi dan Industri Pangan. Saya sendiri saat ini berada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Di FKIP kami ada 6 Program Studi, antara lain: BK, PGSD, PAUD, PBI, PKN, dan PTI. Saya saat ini mengambil Program Studi Bimbingan Konseling dengan akreditasi B. Catatan: Untuk kuliah di swasta, sebaiknya cari yang akreditasi minimal B supaya ijazah kelulusan besok bisa digunakan pada saat kalian mencari pekerjaan ya :) 

Untuk lebih jelasnya bagi kalian yang ingin tahu lebih dalam mengenai kampus UNISRI, silahkan cek di http://unisri.ac.id/ 

Semoga bermanfaat yaaa bagi kamu yang lagi bingung mau kuliah dimana =))

Selasa, 03 Mei 2016

Profil Saya

Halo, Ich bin Sinta :)

Terlahir dengan nama lengkap Yasinta Wildarahma Puspitasari. Di rumah sakit Kasih Ibu Surakarta. Senin Wage, 6 Maret 1995. Anak pertama dari Pak Yudi dan Bu Vita. Sebagai anak pertama dan sekaligus cucu pertama dari keluarga mama, saya sangat dilimpahi kasih sayang dari eyang, orang tua, dan bulik bulik saya, 

Saya bersekolah di TK Marsudirini, SD Marsudirini, SMP Kanisius 1, SMA Negeri 6, dan kini sedang berkuliah di Universitas Slamet Riyadi yang kesemuanya itu berada di Surakarta.

Sejak kecil saya menunjukan minat yang tinggi di bidang bahasa dan sedikit tertarik juga dengan ilmu psikologi. Saya lemah dalam menghitung, oleh sebab itulah ketika SMA saya memilih jurusan bahasa sebagai pilihan pertama. Di kelas bahasa saya sangat interest dengan bahasa Jerman dan bahasa Mandarin. Menurut saya itu lebih mudah daripada bahasa Inggris :'')

Selain itu, saya paling suka warna biru. Hampir sebagian besar barang barang saya berwarna biru. Ketika saya melihat sesuatu yang berwarna biru terutama yang biru gelap, saya membayangkan lautan yang dalam. Tenang, tak ada gejolak yang berlebih, tetapi menyimpan kekuatan yang dahsyat. 
Sekian profil singkat dari saya.
Salam hangat 


YasintaWP